KOMPUTASI GRID
Review Jurnal Grid Computing
Jurnal yang di review berjudul "Pemanfaatan Cloud Computing Pada Dunia Bisnis : Studi Literatur" yang ditulis oleh Matheus Supriyanto Rumetna dan telah diterbitkan pada tanggal 9 Agustus 2018.
cloud computing. Cloud computing merupakan sebuah mekanisme, dimana sekumpulan TIK resource yang saling terhubung dan nyaris tanpa batas, baik itu infrastruktur maupun aplikasi dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh pihak ketiga sehingga memungkinkan customer untuk menggunakan resource tersebut secara on-demand melalui network baik yang sifatnya jaringan private maupun public (Fikri, dkk., 2015) (Effendi, 2016). Pengguna layanan cloud computing dapat mengakses file secara real time melalui internet tanpa perlu menginstallasi komputer lokal.
National Institute of Standards and Technology (NIST) berpendapat bahwa, cloud computing merupakan suatu model teknologi informasi yang memberikan rasa nyaman, dapat diakses dimanamana bersama dengan sumber daya komputasi juga cepat dirilis dengan upaya yang minimal oleh pihak manajemen (Warjiyono, 2014) seperti pada Gambar 1.
Sumber :
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol. 5 No. 3, Agustus 2018 hlm. 305-314
Pemanfaatan Cloud Computing Pada Dunia Bisnis : Studi Literatur
oleh Matheus Supriyanto Rumetna
Diterbitkan tanggal 9 Agustus 2018
Download Jurnal Lengkapnya Disini
Latar Belakang :
Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) saat ini telah diadopsi oleh beragam aspek kehidupan, kondisi ini terjadi karena TIK dapat berkolaborasi dengan banyak bidang pengetahuan. Bagi organisasi swasta maupun pemerintah, TIK telah membawa perubahan yang fundamental sehingga menjadi suatu backbone utama untuk banyak sektor. Email dan Facebook yang menjadi media distribusi informasi maupun promosi merupakan beberapa layanan TIK yang berbasiscloud computing. Cloud computing merupakan sebuah mekanisme, dimana sekumpulan TIK resource yang saling terhubung dan nyaris tanpa batas, baik itu infrastruktur maupun aplikasi dimiliki dan dikelola sepenuhnya oleh pihak ketiga sehingga memungkinkan customer untuk menggunakan resource tersebut secara on-demand melalui network baik yang sifatnya jaringan private maupun public (Fikri, dkk., 2015) (Effendi, 2016). Pengguna layanan cloud computing dapat mengakses file secara real time melalui internet tanpa perlu menginstallasi komputer lokal.
National Institute of Standards and Technology (NIST) berpendapat bahwa, cloud computing merupakan suatu model teknologi informasi yang memberikan rasa nyaman, dapat diakses dimanamana bersama dengan sumber daya komputasi juga cepat dirilis dengan upaya yang minimal oleh pihak manajemen (Warjiyono, 2014) seperti pada Gambar 1.
Definisi lainnya mengatakan bahwa cloud computing merupakan paradigma baru yang berkinerja tinggi sistem komputasinya dapat diakses dengan mudah oleh para pengguna dan dapat dikonfigurasi secara khusus (Youseff, dkk., 2008) (Wu, dkk., 2010).
Selain itu, cloud computing juga dapat dikatakan sebagai media yang dinamis, jasa layanan berbasis on-demand, mempunyai platform dan media penyimpanan, pengelolaannya menggunakan daya komputasi yang handal, virtualisasi serta terukur. Sehingga dianggap sebagai sistem komputasi terdistribusi (Foster, dkk., 2008).
Berdasarkan pemaparan di atas, dapat disimpulkan bahwa cloud computing bukanlah teknologi yang baru melainkan kombinasi dari komputasi grid, sistem terdistribusi tetapi ditambah dengan beberapa ide baru, sehingga menghasilkan cara pengoperasian yang tinggi tingkat kerja serta layanan kepada pengguna.
Metode Penelitian :
Metode penelitian yang digunakan adalah metode studi literatur, semua data yang dikumpulkan berasal dari jurnal, buku ataupun sumber lainnya. Pendekatan metode ini dapat memberikan pengetahuan terkait dengan fitur-fitur dan pemanfaatan cloud computing dalam melaksanakan kegiatan bisnis kepada para pembaca, secara khusus kepada pelaku usaha.
Alur penelitian secara rinci dapat dilihat pada Gambar 3.
Analisis :
Strategi adopsi cloud computing dapat dilihat pada Gambar 4 (Ashari, & Setiawan, 2011) (Fardani, & Surendro, 2011) (Warjiyono, 2014), yaitu :
- Tahap Analisis Pada tahap awal ini, pengguna harus melakukan analisa SWOT, untuk memahami kebutuhan pengguna dalam rangka untuk menentukan apakah proyek ini layak yaitu, kelayakan, hukum, kepatuhan, perubahan tata kelola organisasi dan manajemen resiko.
- Tahap Perencanaan Merupakan tahap pemilihan platform layanan cloud, aplikasi dan infrastruktur yang cocok untuk kebutuhan organisasi untuk menentukan biaya yang harus dikeluarkan oleh organisasi.Dalam mempersiapkan rencana adopsi sangat penting untuk memutuskan apakah layanan cloud akan resmi digunakan. Sebelum resmi digunakan apakah akan ada proyek percontohan untuk mengidentifikasi resiko yang terjadi.
- Tahap Adopsi Tahap ini adalah tahap persiapan untuk migrasi dari sistem konvensional keinfrastruktur dan aplikasi layanan cloud yang sebenarnya. Pada phase sistem/aplikasi integrasi ini dilakukan untuk memastikan bahwa aplikasi kandidat akan dapat berfungsi dengan aplikasi internal yang tidak bermigrasi ke cloud dan juga dengan infrastruktur cloud. Strategi outsourcing diputuskan dan tolak ukur dikembangkan di tahap perencanaan digunakan untuk mengukur kemampuan vendor untuk menyediakan layanan yang tidak akan mempengaruhi pengiriman organisasi jasa dan bisnis. Hal terakhir dalam phase ini adalah kontrak pengembangan dan penandatanganan yang memenuhi kebutuhan pengguna untuk menggunakan layanan cloud.
- Tahap Migrasi Tahap ini menyimpulkan untuk persiapan migrasi ke cloud dan dapat melanjutkan migrasi. Aplikasi dan migrasi data dapat dilanjutkan. Dukungan untuk pengguna selama migrasi proses disediakan, pemantauan dan pengendalian proyek ini dipertahankan untuk menjamin suksesnya migrasi.
- Tahap Manajemen Proyek ini sekarang harus beroperasi penuh di cloud, namun kontrak dan vendor manajemen, pengujian dan pemeliharaan, dukungan pengguna dan review harus berkelanjutan untuk berikutnya untuk memulai beberapa bulan. Pengukuran sistem yang dikembangkan sebagai indikator keberhasilan proyek dan harus dipantau seperti keamanan, Service Level Agreement (SLA), hukum, dan manajemen biaya adalah metrik yang diinginkan. Juga dokumentasi praktek pelajaran yang dipelajari dan terbaik selama proyek harus didokumentasikan dan dikomunikasikan kepada seluruh stakeholder.
Kesimpulan
Dampak positif dari pemanfaatan TIK adalah bagi perusahaan kecil dapat bersaing dengan perusahaan yang lebih besar (enterprise) dengan menggunakan teknologi cloud computing karena menjadi solusi untuk menghemat biaya infrastuktur TIK dalam mengembangkan usaha.
SalesForce memanfaatkan teknologi cloud computing dengan baik sehingga membuat model bisnis lebih fleksibel, lebih cepat mengetahui kebutuhan pasar dan juga konsumen karena selalu terhubung melalui akses internet dan dapat diakses sepanjang waktu. Dengan menerapkan teknologi ini, maka terdapat 10 manfaat (Tabel 1.) yang akan didapatkan oleh perusahaan.
Berdasarkan pembahasan di atas maka, perusahaan-perusahaan yang ingin berkembang harus memanfaatkan TIK sebagai bagian dari operasional bisnis jika tidak maka diprediksi akan kalah bersaing dalam era global.
Jurnal Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol. 5 No. 3, Agustus 2018 hlm. 305-314
Pemanfaatan Cloud Computing Pada Dunia Bisnis : Studi Literatur
oleh Matheus Supriyanto Rumetna
Diterbitkan tanggal 9 Agustus 2018
Download Jurnal Lengkapnya Disini
Komentar
Posting Komentar